Selasa, 10 September 2013

PROSESI AQIQAH

             Akikah adalah kewajiban yang dianjurkan oleh hukum syariat Islam, waktu dan pelaksanaannya merujuk kepada sumber hukum Islam yaitu Alquran dan Sunnah Rasul. 

             Sedangkan pada upacara naik buai atau mengayunkan anak atau turun mandi dan turun tanah, menurut adat selalu dilaksanakan selepas habis masa idah empat puluh hari di tambah dengan idah dapur empat hari. Barulah orang biasanya melaksanakan adat itu. Penjelasan panjang-lebar tentang ritual adat-istiadat yang lazim dilaksanakan pada upacara berakikah mengikut aturan adat-istiadat, biasanya disusun dengan tata cara atau senarai. Pertama, kata sambutan dari protokol. Kata sambutan biasanya ditunjuk seorang protokol untuk memberi penjelasan susunan acara (senarai) sebagai pedoman di dalam pelaksanaan hajatan akikah (hukum syariat) sekaligus penjelasan tentang adat yang mengikut di dalam acara akikah tersebut.

            Kedua, pembacaan kalam Illahi. Pembacaan kalam Illahi, selalu dilakukan orang agar segala apa yang dihajatkan mendapat rahmat dan hidayah dari Allah SWT. Ketiga, kata sambutan dari tuan rumah. Menurut ungkapan pepatah adat mengatakan, Hati Gajah Sama di Lapah, Hati Semut Sama di Cecah atau Berat Sama di Pikul Ringan Sama Dijinjing.

            Hal ini mengandung filsafat yang bermakna yang sangat dalam sekali yang mengandung nilai-nilai asas gotong-royong, silaturrahmi, kekerabatan dan sebagainya. Oleh karena itulah orang tua si anak yang berakikah menurut kebiasaan adat tidak pernah sama sekali memberikan kata sambutan kecuali oleh pelapis dada (bapak saudara atau ibu saudara ataupun pihak lain yang patut ditunjuk menurut adat istiadat).


            Keempat, doa akikah. Pada dasarnya, penyebutan nama anak yang akan diakikah sudah dilafazkan pada saat dilakukannya penyembelihan hewan akikah, namun dikarenakan adanya kenduri atau perhelatan jemputan orang banyak, penyebutan nama anak dilakukan pada saat doa akikah oleh buya atau ustadz di hadapan sekalian jemputan yang hadir. Kelima, membaca berzanji. Selepas upacara pengukuhan nama di dalam doa akikah dilanjutkan dengan berkesenian berzanji.

            Keenam, marhabban. Sewaktu prosesi doa akikah akan dimulai ibu bapak dan anak yang berkikah sudah didudukan di tengah-tengah jemputan atau di tempat yang sudah ditentukan menurut yang patut atau yang semestinya.

             Ketujuh, tepuk tepung tawar sekaligus cukur rambut. Tepung tepung tawar dilakukan lazimnya berdiri, ibu bapak dan anak digendong boleh bapak atau ibu yang menggendong dan dilaksanakan upacara bertepuk tepung tawar sekaligus bercukur rambut yang dilakukan sebanyak hitungan ganjil orang yang menepuk tepung tawar.

            Sedangkan guntingan rambut dimasukkan ke dalam kelapa puyuh atau kelapa gading yang sudah diukir menurut selera dengan tetap memakai motif bintang lima untuk penutup kelapa sekaligus ada juga yang dihiasi dengan emas perhiasan antara lain seperti rantai yang bermainkan rupiah, kemudian dibilas dengan boa tepuk tepung tawar.

            Kedelapan, naik buai. Naik buai ini ibu bapak boleh mengayunkan anak perlahan-lahan, namun tidak pernah dibuat oleh adat adanya prolog baik oleh ibu maupun oleh bapak sewaktu prosesi ayunan berlangsung. Proses kerja ini dilaksanakan oleh kaum jemputan yaitu grup rebana atau marhabban yang akan melantunkan nyanyian-nyanyian ayun anak.

             Keseluruhan tata cara di atas mengandung nilai-nilai filsafat yang sangat tinggi dan mendalam yang tergambar di dalam prosesi adat istiadat berakikah yang mengandung nilai puji syukur terhadap Yang Maha Kuasa, asas gotong-royong dan silaturrahmi kaum kerabat, rukun tetangga handai taulan dan sebagainya.

            Apabila prosesi tata cara adat istiadat berakikah ini dilaksanakan tidak menurut aturan nenek moyang turun-temurun, tentulah bergeser nilai-nilai dan makna filsafat yang terkandung di dalam adat-istiadat berakikah tersebut.

ACARA BALIMAU KASAI

            Balimau Kasai adalah sebuah upacara tradisional yang istimewa bagi masyarakat Kampar di Provinsi Riau untuk menyambut bulan suci Ramadan. Acara ini biasanya dilaksanakan sehari menjelang masuknya bulan puasa. Upacara tradisional ini selain sebagai ungkapan rasa syukur dan kegembiraan memasuki bulan puasa, juga merupakan simbol penyucian dan pembersihan diri. Balimau sendiri bermakna mandi dengan menggunakan air yang dicampur jeruk yang oleh masyarakat setempat disebut limau. Jeruk yang biasa digunakan adalah jeruk purut, jeruk nipis, dan jeruk kapas.
 
Sedangkan kasai adalah wangi- wangian yang dipakai saat berkeramas. Bagi masyarakat Kampar, pengharum rambut ini (kasai) dipercayai dapat mengusir segala macam rasa dengki yang ada dalam kepala, sebelum memasuki bulan puasa.
 
Sebenarnya upacara bersih diri atau mandi menjelang masuk bulan Ramadan tidak hanya dimiliki masyarakat Kampar saja. Kalau di Kampar upacara ini sering dikenal dengan nama Balimau Kasai, maka di Kota Pelalawan lebih dikenal dengan nama Balimau Kasai Potang Mamogang. Di Sumatera Barat juga dikenal istilah yang hampir mirip, yakni Mandi Balimau. Khusus untuk Kota Pelalawan, tambahan kata potang mamogong mempunyai arti menjelang petang karena menunjuk waktu pelaksanaan acara tersebut.
 
Tradisi Balimau Kasai di Kampar, konon telah berlangsung berabad- abad lamanya sejak daerah ini masih di bawah kekuasaan kerajaan. Upacara untuk menyambut kedatangan bulan Ramadan ini dipercayai bermula dari kebiasaan Raja Pelalawan. Namun ada juga anggapan lain yang mengatakan bahwa upacara tradisional ini berasal dari Sumatera Barat. Bagi masyarakat Kampar sendiri upacara Balimau Kasai dianggap sebagai tradisi campuran Hindu- Islam yang telah ada sejak Kerajaan Muara Takus berkuasa.
 
Keistimewaan Balimau Kasai merupakan acara adat yang mengandung nilai sakral yang khas. Wisatawan yang mengikuti acara ini bisa menyaksikan masyarakat Kampar dan sekitarnya berbondong-bondong menuju pinggir sungai (Sungai Kampar) untuk melakukan ritual mandi bersama. Sebelum masyarakat menceburkan diri ke sungai, ritual mandi ini dimulai dengan makan bersama yang oleh masyarakat sering disebut makan majamba

PROSESI PERNIKAHAN ADAT KAMPAR


1.  Prosesi Pertunangan.
     Pada tahap awal ini, keluarga pihak laki-laki akan mendatangi keluarga pihak perempuan untuk menyanyakan perihal hubungan antara kedua belah pihak untuk perlangsungan acara, yang dinamakan dengan sirih bertanya. Wakil kedua pihak biasanya ialah ibu, ayah, atau seseorang yang sangat dipercayai. Pada proses ini perwakilan dari pihak dari perempuan tidak langsung menyetujui, namun akan bertanya kepada anak dari pihak perempuan. Tahap ini bisa memakan waktu hingga 1 minggu, 3 minggu, ataupun 1 bulan. Apabila pihak dari keluarga menerima lamaran dari pihak laki-laki, maka akan segera mengadakan musyawarah untuk persiapan acara pertunangan (tukar cincin).
     Ada ketentuan-ketentuan dalam proses pertunangan ini yaitu,  apabila yang di lamar adalah anak bangsawan atau ninik mamak yang memegang pucuk suku (kepala suku) maka ikatannya bukanlah cincin emas/berlian tetapi gelang kesat.Setelah acara pertunangan selesai, maka akan kembali diadakan musyawarah untuk menentukan hari akad nikah.Lamanya masa pertunangan ini bisa saja hingga 1 bulan ataupun 1 tahun. hal ini terjadi untuk penyesuaian antara kedua belah pihak untuk saling memahami.
     Setelah masa pertunangan telah sampai atau berakhir maka akan diadakanlah prosesi pernikahan. Namun apabila pertunangan ini dibatalkan dari pihak perempuan maka cincin atau gelang kesat dikembalikan kepada pihak laki-laki. Apabila pembatalan dari pihak laki-laki maka perjanjian (cincin atau gelang kesat) hilang sebagau denda.

2.  Prosesi Pernikahan.
     Ada beberapa tahap yang akan dilaksanakan dalam prosesi pernikahan ini, seperti:
     a. Menggantung-gantung.
         Acara mengantung-gantung diadakan beberapa hari sebelum perkawinan atau persandingan dilakukan. Bentuk kegiatan dalam upacara ini biasanya disesuaikan dengan adat di masing-masing daerah yang berkisar pada kegiatan menghiasi rumah atau tempat akan dilangsungkannya upacara pernikahan, memasang alat kelengkapan upacara, dan sebagainya.
         Yang termasuk dalam kegiatan ini adalah: membuat tenda dan dekorasi, menggantung perlengkapan pentas, menghiasi kamar tidur pengantin, serta menghiasi tempat bersanding kedua calon mempelai. Upacara ini harus dilakukan secara teliti dan perlu disimak oleh orang-orang yang dituakan agar tidak terjadi salah pasang, salah letak, salah pakai, dan sebagainya.

      b. Malam Berinai.
          Adat atau upacara berinai merupakan pengaruh dari ajaran Hindu. Makna dan tujuan dari perhelatan upacara ini adalah untuk menjauhkan diri dari bencana, membersihkan diri dari hal-hal yang kotor, dan menjaga diri segala hal yang tidak baik. Di samping itu tujuannya juga untuk memperindah calon pengantin agar terlihat lebih tampak bercahaya, menarik, dan cerah.
          Upacara ini dilakukan pada malam hari, yaitu dimalam sebelum upacara perkawinan dilangsungkan. Bentuk kegiatannya bermacam-macam asalkan bertujuan mempersiapkan pengantin agar tidak menemui masalah di kemudian hari. Dalam upacara ini yang terkenal biasanya adalah kegiatan memerahkan kuku, tetapi sebenarnya masih banyak hal lain yang perlu dilakukan. Upacara berinai bagi pasangan calon pengantin dilakukan dalam waktu yang bersama-sama. Hanya saja, secara teknis tempat kegiatan ini dilakukan secara terpisah, bagi pengantin perempuan dilakukan di rumahnya sendiri dan bagi pengantin laki-laki dilakukan di rumahnya sendiri atau tempat yang disinggahinya.

       c. Acara Resepsi Pernikahan.
           Dihari resepsi pernikahan ada yang dinamakan jemput makan, yaitu  mempelai perempuan beserta sanak saudara mendatangi rumah mempelai laki-laki. Setelah proses penjemputan selesai, makan kedua mempelai bersama sanak saudara bersamaan kembali diantar kerumah mempelai perempuan dengan diiringi oleh badiqiu/rebana/jenis musik lainnya. Pada saat iring-iringan pihak mempelai laki-laki membawa beragam alat kelengkapan. Namun, yang paling utama dibawa adalah dulang kaki tiga).  Isinya terdiri dari tiga unsur yaitu: unsur kain baju atau pakaian dengan kelengkapan rias, unsur makanan, dan unsur peralatan dapur. Ketiga unsur tersebut mengandung makna tentang kehidupan manusia sehari-hari.
           Sesampainya rombongan arak-arakan kedua mempelai dikediaman keluarga mempelai perempuan, kemudian dilanjutkan dengan upacara penyambutan yang dinamakan silat penyambutan. Upacara pencak silat merupakan perlambang kepiawaian pengantin laki-laki menghadapi tantangan. Pada saat itu mempelai perempuan terlebih dahulu masuk kedalam rumah setelah itu barulah mempelai laki-laki dijemput oleh keluarga pihak perempuan yang laki-laki (pamboyan), yaitu adik ipar atau abang ipar dari mempelai perempuan dan dinamakan pula satu hutang.
          Saat didalam rumah, mempelai laki-laki duduk dengan didampingi oleh temannya yang disebut kuminang (teman terdekat). Kemudian dilanjutkan dengan acara serah terima antara keluarga pihak laki-laki dan keluarga pihak perempuan. Ninik mamak yang hadir pun kemudian mengadakan basiacuong.

       d. Menyembah.
           Setelah upacara akad nikah selesai dilakukan seluruhnya, kedua pengantin kemudian melakukan upacara menyembah kepada ibu, bapak, dan seluruh sanak keluarga terdekat. 
           Makna dari upacara ini tidak terlepas dari harapan agar berkah yang didapat pengantin nantinya berlipat ganda.

       e. Bersanding.
           Menyandingkan penganting laki-laki dengan pengantin perempuan yang disaksikan oleh seluruh keluarga, sahabat, dan jemputan. Inti dari kegiatan ini adalah mengumumkan kepada khalayak umum bahwa pasangan pengantin sudah sah sebagai pasangan suami-istri.

Kamis, 05 September 2013

Assalamu’alaikum Wr.Wb
 
Kepada guru pembimbing Bu Eli Mahdiar yang saya hormati,
dan teman-teman semua yang saya banggakan.
 
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT. Yang telah memberi nikmat dan karunia-Nya sehingga kita semua dapat berkumpul bersama-sama di hari yang berbahagia ini. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Besar kita Nabi Muhammad SAW. Yang telah menuntun kita semua dari zaman kegelapan sampai ke zaman yang terang benderang ini.
 
Masalah pergaulan bebas bukanlah hal baru dalam kehidupan kita, karena sesungguhnya pergaulan bebas adalah momok yang sangat dinikmati oleh para remaja sekarang. kita tahu dan menyadari bahwa saat ini sudah banyak aneka perbuatan menyimpang yang dilakukan oleh para remaja. bahkan perbuatan tersebut sudah dianggap sebagai suatu hal yang biasa dan ada pula yang menganggapnya sebagai sebuah kebanggaan. Maka pantaslah kiranya melalui pidato singkat ini saya akan menyampaikan tentang betapa bahayanya pergaulan bebas dan dampak untuk masa depan yakni agar mimpi para remaja indonesia bukan hanya sekedar mimpi yang akan hancur oleh pergaulan yang dilakukan sekarang.
 
Banyak kita saksikan melalui berbagai media, mengenai pelecehan seksual oleh para remaja, pesta minuman keras dan sabu oleh para remaja dan lain sebagainya. Itu semua membuktikan betapa rendahnya kesadaran para remaja tentang pola hidup yang sehat dan mungkin kurang di terimanya pendidikan yang telah disampaikan.
  
Berbagai maca penyebab dari perilaku menyimpang ini, misalnya cara mendidik orangtua yang salah, kurangnya waktu kebersamaan terhadap anak, dan juga karena tidak tepatnya dalam memiih teman atau lingkungan pergaulan sehingga menyebabkan masuk kedalam pergaulan yang salah. Ada satu perasaan di kehidupan remaja bahwa memiliki banyak teman adalah merupakan satu bentuk yang membanggakan. Ini bukan berarti kita tidak boleh memiliki banyak teman, hanya saja kita harusnya lebih pandai memilih terhadap mana perilaku teman yang benar dan mana yang salah.

Berbagai macam bentuk perilaku menyimpang renaja yang dapat kita perhatikan, seperti :
1. Memakai narkoba.
Seperti pada saat pertama kali mengenali rokok yang dimulai dari hanya sekedar mencoba namun pada akhirnya sulit untuk dihentikan. Begitu pula dengan narkoba. Bila narkoba sudah menjadi salah satu kebutuhan, maka banyak hal buruk yang akan terjadi. Misalnya saja pada saat tidak ada lagi uang untuk membeli narkoba tersebut, maka tindakan kriminalitas seperti mencuri pun akan dilakukan oleh pecandu narkoba ini. Mereka tak akan memperdulikan apapun sebelum kebutuhannya terpenuhi. Akibat fatal lainnya yaitu overdosis sehingga membuat pengguna narkoba meninggal.

2. Hamil di luar nikah dan aborsi.
Rendahnya nilai moral dan dengan minimnya pendidikan tentang pola seksual yang benar yang tidak di sertai dengan rasa tanggung jawab mengakibatkan banyaknya hamil di luar nikah. Hal ini tentu saja akan berkaitan dengan tindak aborsi bagi para remaja yang tentu saja tidak menginginkan seorang anak di usia muda mereka.

3. Tawuran antar pelajar.
Mungkin kita tiap hari melihat di televisi tentang berita tawuran antar pelajar yang meresahkan masyarakat. Para pelajar yang seolah-olah hendak membuktikan bahwa merekalah yang terhebat. Terkadang pemebalaan teman dan rasa tidak suka terhadap sekolah lain menjadikan alasan bagi mereka untuk tawuran.

Masih banyak lagi perilaku menyimpang lainnya yang dapat kita ambil dari sekeliling kita. Tak ada satupun dari perilaku tersebut yang dapat membuat kita tampak jadi lebih baik. Harusnya kita menjauhi perilaku-perilaku yang hanya merugikan diri kita sendiri. Isi masa remaja dengan hal-hal yang positif dan juga bermanfaat bagi diri sendiri, orang tua, juga bangsa.
 
Walaupun orang tua kita tidak mengajarkan secara penuh agar kalian menjadi orang baik tetapi keinginan mereka sudah pasti ingin anak-anaknya menjadi orang yang baik-baik. Karena tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya berprilaku buruk. Maka kita tidak perlu menyalahkan orang tua atau pun orang lain tetapi diri sendirilah yang harus sudah bisa menjaga diri dan bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk.
  
Jangan hancurkan masa depan bangsa kita dengan membiarkan pergaulan remaja yang semakin bebas. Jaga lingkungan kita dari pergaulan bebas. Mau di bawa kemana moral bangsa kita, jika yang memiliki masa depan bangsa kita adalah orang yang tak bermoral. Bagaimana mungkin kita bisa mencegah pergaulan bebas jika kita sendiri adalah yang menikmati dan melakukan. Bagaimana kita mengajarkan moral yang benar sedangkan kita bukanlah orang orang yang bermoral? Indonesia adalah kita. Identitas kita adalah identitas Indonesia. Ciptakan masa depan bahagia tanpa pergaulan bebas.
  
Sekian pidato dari saya, lebih dan kurang saya mohon maaf.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb